Setelah bersaing dalam putaran akhir pemilihan di Majelis Wali Amanat (MWA) dengan Prof. Dr. Marsudi Triatmodjo, S.H., LL.M. yang memperoleh 5 suara dan Prof. Dr. Techn. Danang Parikesit, M.Sc. yang mendapat 1 suara, akhirnya Prof Dr Pratikno unggul memenangkan pemilihan rektor UGM periode 2012 – 2017 dengan 26 suara. Prof DR Pratikno yang sebelumnya merupakan dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Politik itu akan menggantikan posisi Prof Dr Ir Sudjarwadi setelah keluar keputusan resmi Sidang pleno MWA yang dipimpin Prof Dr Sofian Effendi.
Setelah resmi terpilih, Prof. DR. Pratikno di hadapan para mahasiswa yang menggelar aksi di depan Balairung UGM menyatakan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepadanya sebagai rektor UGM Yogyakarta. Beliau pun menyatakan proses pemilihan hanyalah bagian kecil dari proses demokrasi. Beliau berjanji untuk mengawal proses demokratisasi dan menjadikan UGM menjadi rujukan bagi kemajuan bangsa. “UGM harus menjadi rujukan bagi kemajuan bangsa. Di sinilah tempat merujuk segala bidang ilmu,” katanya. More
Gudeg Kaleng Bu Tjitro terletak di Janti No. 330 Gedongkuning Yogyakarta. Jika gudeg biasanya hanya bertahan satu hari, Gudeg kaleng ini bisa bertahan sampai satu tahun. Eit, tapi jangan membayangkan bahan pengawet yang bejibun di dalamnya. Berkat teknologi modern yang dipakai dalam pengemasan, produk ini bisa bertahan satu tahun meski tanpa bahan pengawet sedikitpun. Berkat kemahirannya mengolah gudeg, mereka tidak menambahkan MSG atau bahan penyedap rasa di dalam gudeg. Meski begitu rasanya tetap lezat karena menggunakan racikan bumbu dan rempah alami dengan takaran yang pas sehingga tanpa MSG pun rasanya tetap lezat. Gudeg Kaleng Bu Tjitro adalah yang pertama di Jogja dan Indonesia.
Berkat inovasinya membuat gudeg mudah dibawa dan tahan lama, wisatawan yang datang ke Jogja banyak yang menyempatkan diri membeli oleh-oleh Kuliner Jogja berupa Gudeg Kaleng Bu Tjitro. Teman atau keluarga di rumah pastinya senang dibawakan oleh-oleh khas Jogja tersebut. Tak hanya wisatawan lokal, wisatawan asing pun banyak yang membeli untuk dibawa ke negaranya. Setidaknya kerabat di sana tidak hanya mendengar cerita tentang lezatnya gudeg Jogja tapi juga bisa mencicipi sendiri lezatnya gudeg. Tapi bagi yang punya banyak waktu, selain membeli gudeng kaleng bisa juga makan langsung di tempatnya. Selain gudeg, di sana tersedia pula menu lain seperti More
Kalau untuk penjualan sepeda bekas sudah ada Pasar Sepeda GAPPSTA – Pugeran Yogyakarta, sedangkan untuk mobil ada Bursa Mobil Jogja di TVRI, jalan magelang. Tempat jual beli mobil bekas ini terletak di depan gedung TVRI tepatnya di sepanjang jalan Magelang. Bursa mobil bekas diselenggarakan sudah sejak beberapa tahun lalu, tapi kita tidak bisa menemukannya jika datang pada hari kerja, kecuali hanya diadakan pada akhir pekan. Saat datang ke sana kita bisa melihat beragam mobil yang berjejer, jumlahnya bahkan pernah mencapai 900 unit. Karena tempatnya sudah banyak dikenal, mereka yang mau berjualan bahkan rela bermalam di sana. Pasalnya, sales / penjual mobil berasal dari berbagai daerah di luar Yogyakarta, karena bursa mobil Jogja ini adalah yang terbesar di Yogyakarta dan Jawa Tengah. Meski lahannya sudah sangat luas, banyaknya orang yang ingin menaruh mobilnya di lokasi yang strategis membuat pedagang Bursa mobil bekas Jogja ini berusaha datang lebih awal.
Sistem penjualan di Bursa mobil bekas Jogja di TVRI, jalan magelang ini memudahkan pembeli karena mobil yang dipasang ditempeli tulisan yang menginformasikan spesifikasi dan harga yang dipatok. Makin tingginya minat masyarakat terhadap jual beli mobil bekas membuat acara ini tak pernah sepi pengunjung. Belasan hingga puluhan mobil bisa terjual pada even tersebut. Hanya saja acara yang berlangsung hari Minggu ini tidak berlangsung lama karena dimulai pada jam 08.00 dan sudah berakhir 11.00 WIB. Jadi buat yang More
Saat berkunjung ke Jogja sempatkan mampir ke UGM, bagi yang muslim bisa juga ikut sholat di Masjid Kampus UGM yang memiliki arsitektur unik dan menarik. Untuk masuk ke sana kita akan melewati tangga yang cukup tinggi dan begitu sampai di pelataran akan kita temui jalan yang dinaungi dedaunan sebagai atap sehingga terasa begitu teduh. Saat masuk ke masjid, kita bisa melihat ada lingkaran besar berwara kuning emas yang menggantung membuatnya terkesan klasik dan menawan. Meski pada awalnya merupakan tempat ibadah, karena merupakan bagian dari lembaga pendidikan, masjid ini difungsikan pula untuk beragam aktivitas pendidikan seperti rapat dan pertemuan. Di sini kita juga bisa menjumpai aktivitas ekonomi. Banyaknya tanaman di sekitar Masjid Kampus UGM membuatnya banyak dipilih para mahasiswa untuk diskusi, tempat belajar, atau sekadar melepas lelah. Bahkan di masjid kampus UGM terdapat majelis kajian ilmu setiap hari minggu pagi dan sore yang banyak dihadiri mahasiswa. Tak hanya pengajian rutin mingguan, seringkali masjid ini dipakai sebagai tempat dauroh ilmiah yang mengundang ulama dari Timur Tengah, seperti Syaikh DR Musa Alu Nashr dan Syaikh Prof. Abdurrozaq Al Badr dari Madinah.
Dengan gaya bangunan yang khas ditambah taman yang cantik di depannya, banyak wisatawan yang datang ke Jogja sengaja mampir ke Masjid Kampus UGM meski sekadar untuk mengambil foto. Kemewahan dari bangunan ini tidak lepas dari penggunaan bahan-bahan berkualitas terbaik. Bahannya pun beberapa dari lokal tapi banyak pula yang diimport dari Amerika dan India. Para More