Film pendek garapan mahasiswa UKDW Yogyakarta dengan teknik pembuatan ‘stop-motion movie’ bertajuk ‘OTW’ / ‘On The Way’, berhasil lolos ke putaran final dan masuk 10 besar terbaik di ASIA-EUROPE SHORT FILMS CONTEST. Film animasi OTW tersebut merupakan hasil penggabungan 1395 foto yang digerakkan seperti halnya pembuatan film kartun. Adapun model dan objek animasi adalah gambar dan buatan tangan. Sudah dapat dibayangkan betapa rumitnya dan lama prosesnya, bukan ?
Dengan mengambil tag line “Diversity is Coloring Our Lives”, film animasi ‘On The Way’ menceritakan keberagaman budaya di Yogyakarta yang hjidup damai berdampingan. Dari awal cerita, seorang turist asing ‘terdampar’ di Tugu Jogja, lalu berkeliling kota bersama tukang becak melewati banyak bangunan tua penginggalan kolonial belanda dan budaya asia, diiringan ilustrasi musik tradisional memainkan lagu anak-anak Naik Becak dan Lir Ilir.
lihat videonya :
Pada putaran final ini, akan dilakukan voting ulang sampai tanggal 23 April 2012 dan akan diambil satu karya untuk mendapatkan penghargaan Public Award. Dengan ini, kami – jogjawae.com – berharap rekan-rekan yang cinta Jogja memberikan dukungannya untuk berpartisipasi memberikan voting melalui link berikut : OTW – “Diversity is Coloring Our Lives”
Kehidupan bersahaja di Desa Wisata Kelor di mana sebagian besar penduduk berprofesi sebagai petani dan peternak menawarkan suasana kehidupan yang tenang dan damai. Bagi wisatawan, pergi berlibur dan tinggal beberapa hari di desa yang sejuk ini cocok bagi anda yang jenuh dengan rutinitas kehidupan kota yang serba berpacu dengan waktu. Tidak ada salahnya menghabiskan beberapa hari untuk menghirup udara segar yang jauh dari polusi dengan pemandangan pedesaan yang memanjakan mata. Di sini kita lidah kita juga dimanjakan dengan banyaknya perkebunan salak yang bisa dinikmati sepuasnya. Karena didesain sebagai tempat kunjungan, Desa Wisata Kelor dilengkapi dengan beragam fasilitas menarik. Karena itu, desa wisata ini menjadi tujuan tempat wisata Jogja bagi pecinta alam dan petualangan.
Petualangan di Desa Wisata Kelor
Desa Wisata Kelor juga tepat untuk kemah karena terdapat bumi perkemahan lengkap dengan pernik-pernik outbound seperti flying fox dan wahana menarik lainnya. Dusun kelor terletak di Desa Bangunkerto, Kecamatan Turi, Kabupaten Sleman. Bagi yang ingin menghabiskan beberapa hari di Desa Kelor tersedia Homestay dengan fasilitas yang cukup lengkap dan tentunya dengan harga yang relatif terjangkau. Untuk bermalam di Homestay kita hanya perlu mengeluarkan 80 hingga 100 ribu rupiah saja lengkap dengan More
Berjarak hanya 10 menit dari Malioboro membuat Casa Callisto Homestay menjadi pilihan tempat singgah yang tepat bagi anda yang melakukan kunjungan wisata di Yogyakarta. Terlebih jaraknya dengan bandara Adisucipto hanya 20 menit. Hunian ini menawarkan keamanan dan privacy ekstra dengan gerbang dua lapis dan pos satpam 24 jam. Hunian megah yang terletak di daerah Godean ini mengusung konsep bangunan dengan desain ala bangsawan Jawa. Sebutlah ruang satu set meja kursi kayu di ruang tamu, hiasan antik patung Loro Blonyo, serta meja dan kursi kayu di ruang makan. Karenanya saat masuk ke Homestay Cassa Calisto, atmosfir bangunan Jawa berkelas bangsawan kian kental terasa.
Casa Callisto Homestay memberikan beragam pelayanan terbaik pada penghuninya sehingga akan membuat anda begitu nyaman serasa di rumah sendiri. Wajar jika hunian ini biasa dikaitkan dengan ungkapan spanyol Micasa es tu casa yang berarti rumahku adalah rumahmu. Bangunan ini terdiri dari dua rumah dengan desain dan kemewahan sama sehingga membuatnya tampak sebagai bangunan kembar. Vacation rental ini terdiri dari lima kamar tidur di mana empat di antaranya dilengkapi dengan AC. Bagi anda yang hobi masak pastinya senang dengan tersedianya dapur dengan perlengkapan masak yang lengkap. Di samping itu tersedia dua living More
Pantai Parangkusumo menjadi salah satu tujuan tempat wisata di yogyakarta, terletak di Bantul tepatnya di sebelah barat Pantai Parangtritis. Banyak kepercayaan menyelubungi tempat ini jadi jangan terkejut jika nuansa sakral begitu kental terasa. Parangkusumo diyakini sebagai tempat terjadinya perjanjian Panembahan Senopati dengan Ratu Kidul atau Nyi Roro Kidul. Konon kedekatan Kraton Yogyakarta dengan Kraton Bale Sokodhomas adalah berkat kedekatan dari keduanya. Dikisahkan keduanya bertemu ketika senopati tengah bertapa untuk menyempurnakan kesaktiannya. Kala itu Senopati tengah memiliki keinginan untuk memerintah Mataram. Singkat cerita karena Nyi Roro Kidul jatuh cinta pada senopati ia pun setuju untuk membantu dengan syarat Senopati dan keturunannya harus menjadi suami Nyi Roro Kidul. Kepercayaan menarik lain dari Pantai Parangkusomo yakni mengenai Batu Cinta di mana mereka yang meminta sesuatu di dekatnya bakal dikabulkan.
Dengan mendatangi Batu Cinta yang terletak di Pantai Parangkusumo ini dipercaya pula dapat membangkitkan gairah hidup dan membantu melepas beban berat yang dialami peziarah. Kesan mistis pada pantai ini memang terasa begitu masuk di sana. Aroma wewangian kembang setaman dan taburan bunga di sekitar pantai akan dengan mudah dijumpai. Nuansa religius juga dirasakan ketika kita berkunjung ke sana pada malam-malam ganjil terakhir bulan puasa. Banyak orang yang datang dan berdoa di sini. Beberapa yang More