Hotel Grand Aston Yogyakarta ini merupakan salah satu hotel baru di Yogyakarta, sejak akhir tahun 2011 lalu. Pihak manajemen menawarkan lokasi strategis di pusat kota Yogyakarta, tepatnya di Jalan urip Sumoharjo yang merupakan jalan arteri kota gudeg tersebut. Sangat cocok untuk tamu yang memiliki kepentingan bisnis di kota Jogja. Bahkan anda cukup berjalan 2 menit menuju sebuah Mall, yaitu galeria Mall di sebelah barat Hotel Grand Aston Yogyakarta ini. Menuju malioboro hanya butuh waktu 10 menit dan perjalanan dari bandara Adi Sucipto pun juga 10 menit. Selain ada sebuah kolam renang outodoor, hotel ini juga memiliki pusat kebugaran dan layanan spa yang memanjakan.
Hotel Grand Aston Yogyakarta menawarkan 141 kamar mewah khas bintang 5 dengan fasilitas terbaik. Kamar yang luas dengan dekorasi warna yang netral, serta jendela setinggi langit-langit untuk menatap kota Yogyakarta dari ketinggian. Dilengkapi Akses Wi-Fi gratis dan TV kabel . Kamar mandinya tersedia bathup dan pengering rambut. Di hotel ini tersedia pusat bisnis, layanan binatu, dan penyewaan mobil juga tersedia. More
Masjid Gedhe Kauman yang fenomenal itu tak lepas dari sejarah dakwah Organisasi Muhammadiyah oleh K.H. Ahmad Dahlan di lingkungan keraton Yogyakarta. Masjid Gedhe Kauman merupakan masjid Raya paling tua di Yogyakarta yang berusia lebih dari 200 tahun didirikan 18 tahun setelah perjanjian Giyanti tahun 1755. Saat itu kesultanan Ngayogyakarta dipimpin oleh Sri Sultan Hamengku Buwono I (pangeran mangkubumi) yang menginstruksikan arsitek keraton bernama Tumenggung Wiryokusumo untuk membangun sebuah masjid setelah 16 tahun berdirinya keraton Jogja. Lokasi Masjid berada tepat di sisi barat Alun-alun utara Keraton, di kampung kauman, Ngupasam, Gondomanan.
Oleh sang Arsitek, Masjid Gedhe Kauman dirancang dan dibangun dalam 3 tahap, yaitu Pembangunan bangunan Inti masjid, lalu pembangunan serambi masjid, dan pembangunan pelangkap masjid. Hingga kini, bangunan masjid telah mengalami perubahan signifikan, terlebih lagi pada tahun 1867 terjadi gempa besar yang meruntuhkan serambi masjid. kini area serambi masjid lebih luas 2 kali lipat dan telah diganti dengan lantai marmer import yang mana sebelumnya hanya terbuat dari batu kali. Atap masjid pun begitu identik dengan atap masjid jawa kuno lainnya, yaitu dengan sistem tumpang 3 rangkap. Tak kalah unik yaitu batu kali yang disusun sebagai dinding tanpa perekat dan semen, serta tiang penyangga dari kayu jati yang telah berusia ratusan tahun. Di dalamnya akan kita dapati sebuah Mihrabdari kayu jati berbentuk kotak sebagai tempat Imam. More
Eksotisme arsitektur kayu dapat anda nikmati sambil minum kopi di Djendelo Cafe, tepatnya di atas toko buku Toga Mas, Gejayan. Di lantai 2 bangunan kayu karya Arsitek Eko Prawoto ini memang di penuhi jendela berukuran besar, oleh karena itu dinamakan Djendelo Cafe. Konsepnya pun menarik, pasalnya dari lantai atas bisa kita amati hiruk pikuk orang yang sedang membaca dan belanja buku di lantai bawah, dan tak jarang Djendelo Cafe menjadi sasaran dari pelanggan toko Buku Toga mas yang ingin membaca buku barunya sambil ngobrol dan minum kopi. Tempat ini benar-benar mewarnai uniknya kuliner jogja bagi anak muda dan mahasiswa.
Berlantai kayu, dengan sekat terbuka, serta furniture antik dari kayu jati, bahkan tikar untuk duduk lesehan namun tak lupa teknologi akses internet nirkabel yang diberikan gratis. Sering pula sisi timur Cafe ini dijadikan tempat pameran galeri fotografi, atau lukisan, dan sering diadakan event bedah buku di sisi sebelah timur. Bila anda dan rekan komunitas seni membutuhkan tempat pameran skala kecil, dapat memanfaatkan Djendelo Cafe tanpa dipungut biaya. More
Resto Pawon nDeso yang terletak di Jl Kabupaten Km 1, Sleman punya menu andalan, yaitu ikan gurame goreng. Sangat cocok bagi penggemar kuliner Ikan Gurame, karena terdapat aroma khas tanah dari daging gurame dan renyahnya gorengan ikannya. lebih nikmat lagi bila disantap dengan sambal kecap atau sambal bawang dan sayuran seperti genjer, pakis , oseng brokoli dan sayur asem.
Ada pula Gurame bakar yang berbeda tampilannya seperti biasa, yaitu berwarna agak hitam (tidak kuning) dan permukaan ikan tidak basah oleh kecap, namun bumbu kecapnya meresap hingga ke dalam daging hingga terasa lezatnya. Untuk pilihan menu lainnya anda bisa mencoba nasi iga bakar, gurame goreng tepung dan asam manis, nila bakar madu, belut balado, sup iga, dan aneka minuman tradisional serta jus buah-buahan. More